RSS

Individu, Keluarga, & Masyarakat

19 Oct

Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.

Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

 

Pertumbuhan adalah dinamika bertambahnya aspek yang ada di dalam tiap individu atau kelompok masyarakat di dalam kehidupan sosialnya.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, Antara lain dalah sebagai berikut:

1. Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain.
Bertemunya budaya yang berbeda menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun berbagai penemuan yang telah dihasilkan, baik dari budaya asli maupun budaya asing, dan bahkan hasil perpaduannya. Hal ini dapat mendorong terjadinya perubahan dan tentu akan memperkaya kebudayaan yang ada.

2. Sistem pendidikan formal yang maju.
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang bisa mengukur tingkat kemajuan sebuah masyarakat. Pendidikan telah membuka pikiran dan membiasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya memenuhi perkembangan zaman, dan perlu sebuah perubahan atau tidak.

3. Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju.
Sebuah hasil karya bisa memotivasi seseorang untuk mengikuti jejak karya. Orang yang berpikiran dan berkeinginan maju senantiasa termotivasi untuk mengembangkan diri.

4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya. Untuk itu, toleransi dapat diberikan agar semakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.

5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat.
Open stratification atau sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
6. Penduduk yang heterogen.

Masyarakat heterogen dengan latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat untuk mencapai keselarasan sosial.

7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu
Rasa tidak puas bisa menjadi sebab terjadinya perubahan. Ketidakpuasan menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan berbagai gerakan revolusi untuk mengubahnya.

8. Orientasi ke masa depan
Kondisi yang senantiasa berubah merangsang orang mengikuti dan menyesusikan dengan perubahan. Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

9. Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk perbaikan hidup.
Usaha merupakan keharusan bagi manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Usaha-usaha ini merupakan faktor terjadinya perubahan.

Pengertian Keluarga

    Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.

    Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa menurut beliau keluarga merupakan manifestasi daripada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami isteri.

    Dhurkeim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan.

    Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.

     

    Pengertian Fungsi Keluarga

    Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

     

    Macam-macam Fungsi Keluarga

    Pekerjaan – pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/ dirinci ke dalam beberapa fungsi, yaitu:

    a. Fungsi Biologis

    Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan untuk mengurus rumah tangga bagi ang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia pada hakiaktnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.

    b. Fungsi Pemeliharaan

    Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.

    c. Fungsi Ekonomi

    Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia, yaitu:

    1. Kebutuhan makan dan minum

    2. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya

    3. Kebutuhan tempat tinggal.

    Berhubungan dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua diwajibkan untuk berusaha keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.

    d. Fungsi Keagamaan

    Keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    e. Fungsi Sosial

    Dengan fungsi ini kebudayaan yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi tua, yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik burukna perbuatan dan lain-lain.

    Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-perananyang diharapkan akan mereka jalankan keak bila dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.

    Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut:

    a. Pembentukan kepribadian;

    b. Sebagai alat reproduksi;

    c. Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat

    d. Sebagai lembaga perkumpulan perekonomian.

    e. Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan

     

    Pengertian Masyarakat

    Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

     

    Pengelompokan Masyarakat

    • Masyarakat  sederhana : dalam lingkungannya masyarakat  sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung  dibedakan menurut jenis kelamin.
    • Masayarakat maju : masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial. Atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.

     

    Masyarakat Industri

    adalah Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks,  suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat  semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada  hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok  masyarakat yang telah mengenal pengkhususan.  Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari  bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis  dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang  dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada  batas-batas tertentu.

     

    Masyarakat Non Industri

    masyarakat non industri terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:

    • a. Kelompok Primer

    Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.

    • b. Kelompok  sekunder

    Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.

     

    Makna

    Individu, manusia merupakan satu kesatuan yang terdiri dari jiwa dan raga, kesatuan tersebut tidak dapat dipisahkan untuk melakukan kegiatan (sosial kemasyarakatan). sebagai contoh, ketika kita melihat, tidak hanya indera penglihatan yang digunakan, tetapi minat, yang merupakan bagian dari jiwa, juga kita gunakan.

    Keluarga, keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting di masyarakat. kelompok ini terdiri dari laki-laki dan perempuan, yang memiliki kelangsungan hidup yang lama, mempunyai keturunan, serta memiliki visi jauh ke depan.

    Masyarakat, adalah kelompok manusia yang terbesar, dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.(J.L. Gillin & J.P. Gillin)

     

    HUBUNGAN INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

    · Hubungan individu dengan dirinya sendiri

    Hubungan individu dengan diri sendiri terdapat 3 sistem kepribadian, yaitu ID ( ES ), EGO dan SUPER EGO. Jika EGO gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari ID dan larangan dari SUPER EGO maka individu akan mengalami konflik batin terus – menerus.

    · Hubungan individu dengan keluarga

    Hubungan individu dengan keluarga terdiri dari hubungan biologis, psikologis dan social.

    · Hubungan individu dengan lembaga

    Hubungan individu dengan lembaga terdiri dari nilai – nilai dan norma – norma.

    · Hubungan individu dengan komunitas

    Hubungan individu dengan komunitas atau sosialisasi terdiri dari penyebaran nilai dan budaya.

    · Hubungan individu dengan masyarakat

    Hubungan individu dengan masyarakat sebagai lingkungan makro terdiri dari sifat – sifat makro ( mencakup komunitas, keluarga, lembaga dan individu ), lebih bersifat abstraksi.

    · Hubungan individu dengan nasion atau jiwanya

    Nasion adalah suatu jiwa, asas spiritual dan solidaritas yang terbentuk oleh perasaan. Hubungan individu dan nasionnya itu sendiri merupakan posisi dan peranan yang ada pada diri sendiri.

     

    Opini:

    Keluarga merupakan tempat kita bernaung dari berbagai macam aktivitas, sekaligus tempat berbagi kasih sayang. tidak heran jika banyak orang rela untuk berkorban demi keluarga. Namun, bagaimana jika keluarga anda ada dalam kondisi yang sedang tidak harmonis, pertengkaran, atau masalah ekonomi?

    Tentunya hal tersebut akan sangat mengganggu anda terutama pendidikan yang anda jalani sekarang. nah, paradigma ini yang seharusnya salah dan harus diubah. bukan pendidikan yang kita jalani sekarang ini yang harus menjadi korban, atau dengan kata lain, kita begitu malas belajar dan menjadu pelajar super-tidak-berprestasi, malah dengan anda berprestasi di tempat anda belajar, akan mengobati semuanya. dengan kita berprestasi, akan membuat orang disekitar kita simpatik dan mau berjuang apapun demi kita, termasuk karena melihat perjuangan belajar kita selama ini. sehingga kita tidak seharusnya terus terlarut dalam kesedihan yang tidak ada gunanya dan bangkit dari keterprukan itu.

    Sumber

    http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100728132144AAXsnBG

    http://id.wikipedia.org/wiki/

    http://eko13.wordpress.com/2008/03/18/bimbingan-konseling-keluarga/

    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_8859/title_bab-3-individu-keluarga-dan-masyarakat/

    http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:JViCf2td-acJ:elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab3-individu_keluarga_dan_masyarakat.pdf+makna+keluarga+individu+dan+masyarakat&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShVqaHt4K4ghbUXfF2ASEeZcIJNOorp8g2bT2-XPoba1jQhCtrD5S9kyAw2FKnFNtTD3y2UKUOUKKs2ZeL21Xm8veNbtXY3DBhyaCfZmgtmxcLrHc7nU3fu500tZZCaiTrx0SMp&sig=AHIEtbQdntbVsFA2Cz0aIzm93kNm5ZW3qw

    http://www.google.co.id/

    Ahmadi, Abu, H. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

    Cohen, J. Bruce. 1992. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.

    Hartono, dkk. 2001. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara

    Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit
    Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

     
    Leave a comment

    Posted by on October 19, 2010 in Uncategorized

     

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

     
    %d bloggers like this: